Study Tour ke Pura Besakih: Pembelajaran Sejarah & Budaya Hindu

Ifan Prasya
No comments

Belajar tentang agama dan budaya Hindu bukan cuma soal membaca buku atau menonton video. Ada pengalaman yang jauh lebih mendalam ketika kamu bisa melihat langsung bagaimana kehidupan keagamaan berjalan di sebuah tempat suci yang sudah berusia lebih dari seribu tahun. Pura Besakih, yang terletak di lereng Gunung Agung pada ketinggian 1.000 meter, adalah pura terbesar dan tersuci di Bali yang menjadi destinasi study tour ideal untuk kamu yang ingin memahami Hindu Dharma, arsitektur pura, dan filosofi keagamaan Bali yang sangat kompleks dan menarik.

Mengenal Pura Besakih โ€“ Pura Terbesar di Bali

Kompleks Pura Besakih terdiri dari 86 pura dengan Pura Penataran Agung sebagai pura utama. Didirikan sejak abad ke-8 Masehi, kompleks ini merupakan pusat kegiatan keagamaan Hindu di Bali. Sebagai Pura Sad Kahyangan yang dipercaya sebagai pusat segala pura di Bali, Besakih punya peran sangat penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Arsitektur pura menunjukkan konsep Tri Mandala atau tiga zona kesucian dan Tri Murti yang merupakan tiga manifestasi Tuhan. Struktur pura mencerminkan kosmologi Hindu Bali dengan sangat detail. Meru bertingkat 11 melambangkan Gunung Mahameru tempat bersemayam para dewa, pelinggih-pelinggih dengan berbagai fungsi ritual yang spesifik, serta bale-bale untuk upacara dan pertemuan. Orientasi pura menghadap ke Gunung Agung yang dianggap suci oleh masyarakat Bali dan dipercaya sebagai tempat tinggal para leluhur dan dewa.

Nilai Edukatif Study Tour Pura Besakih

Pembelajaran arsitektur di Pura Besakih sangat komprehensif. Kamu akan mempelajari prinsip Asta Kosala Kosali atau arsitektur tradisional Bali yang sudah berusia ribuan tahun, material bangunan yang berkelanjutan seperti batu paras dan kayu, serta teknik konstruksi tanpa paku yang luar biasa kokoh.

Pembelajaran filosofi Hindu mencakup konsep Tri Hita Karana yang mengatur hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam. Kamu akan memahami implementasi ajaran Weda dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali dan sistem kasta serta fungsinya dalam organisasi pura yang sering disalahpahami.

Dari sisi antropologi budaya, kamu bisa mempelajari sistem gotong-royong dalam pemeliharaan pura yang menunjukkan solidaritas masyarakat, peran Pemangku sebagai pemimpin upacara dan Pedanda sebagai pendeta tinggi, serta upacara-upacara besar seperti Panca Wali Krama yang hanya dilakukan setiap 100 tahun sekali.

Studi komparatif agama juga menarik karena kamu bisa memahami bagaimana Hindu Bali berbeda dengan Hindu India, termasuk sinkretisme atau percampuran dengan animisme dan Buddhisme yang menciptakan keunikan tersendiri.

Rute dan Itinerary Study Tour untuk Mahasiswa

Program satu hari penuh bisa dirancang seperti ini:

Pukul 07.00 berangkat dari hotel atau sekolah area Denpasar atau Ubud. Pukul 08.30 tiba di Pura Besakih, registrasi, dan memakai kamben atau sarung yang wajib dikenakan. Pukul 09.00 hingga 11.00 mengikuti tur berpemandu dengan pemandu lokal atau Pemangku pura. Kamu akan mengunjungi Pura Penataran Agung, Pura Kiduling Kreteg, dan Pura Batu Madeg dengan penjelasan filosofi, arsitektur, dan fungsi ritual setiap area.

Pukul 11.00 hingga 12.00 observasi persiapan upacara jika sedang ada dan sesi foto dengan latar belakang Gunung Agung yang megah. Pukul 12.00 hingga 13.00 makan siang di restoran sekitar dengan pemandangan pura yang indah. Pukul 13.00 hingga 14.30 sesi interaktif dengan Pemangku atau budayawan lokal dengan tanya jawab tentang Hindu Dharma dan adat Bali.

Pukul 14.30 hingga 15.30 mengunjungi museum atau toko kerajinan sekitar yang menjual crafts terkait pura. Pukul 15.30 perjalanan kembali ke tempat asal.

Tips Berkunjung ke Pura Besakih untuk Pelajar

Dress code wajib diperhatikan. Kamu harus pakai kamben atau sarung dan selendang. Tersedia sewa seharga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu di pintu masuk. Hindari pakaian terbuka, celana pendek, atau tanpa lengan karena ini adalah tempat suci.

Etika sangat penting. Tunjukkan respect terhadap area suci, jangan masuk ke area tertentu jika kamu tidak beragama Hindu kecuali area yang memang diperbolehkan untuk umum, jangan menunjuk dengan kaki karena dianggap tidak sopan, dan hormati orang yang sedang berdoa dengan tidak berisik atau mengganggunya.

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari antara pukul 07.00 hingga 10.00 sebelum cuaca panas dan ramai pengunjung. Hindari hari raya besar Hindu kecuali kamu ingin mengamati upacara khusus, meskipun akan sangat ramai. Guide bersertifikat sangat direkomendasikan untuk penjelasan yang akurat dengan harga Rp400 ribu hingga Rp600 ribu untuk grup 20 hingga 30 siswa. Tiket masuk gratis tetapi parkir Rp5 ribu dan ada donasi sukarela untuk pemeliharaan pura.

Paket Study Tour Terjangkau ke Pura Besakih

Agen perjalanan lokal menawarkan paket khusus untuk kelompok pelajar yang sudah termasuk transportasi bus ber-AC, guide bersertifikat, biaya masuk, makan siang, dan asuransi. Harga berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per siswa untuk grup 30 hingga 40 orang.Itinerary bisa disesuaikan dan dikombinasikan dengan destinasi terdekat seperti Tirta Gangga yang merupakan istana air yang indah, Taman Ujung, atau Museum Besakih. Untuk menjelajahi lebih banyak destinasi wisata spiritual di Indonesia, kunjungi Indonesia Travel untuk berbagai pilihan wisata budaya dan religi di seluruh nusantara.

Ifan Prasya
Kuliah ambil jurusan Agribisnis di UNS Solo, angkatan 2017. Sebelumnya pernah Gap Year, terinspirasi dari Malia Ann Obama.

Tinggalkan komentar