Beranda » Panduan Belajar » Cara Membuat Catatan Belajar yang Efektif Agar Tidak Mudah Lupa

Cara Membuat Catatan Belajar yang Efektif Agar Tidak Mudah Lupa

cara membuat catatan belajar aesthetic

Catatan belajar yang bagus membuat kita jadi lebih paham konsep pelajaran. Nyari-nyari materi buat persiapan ujian juga lebih gampang.

Supaya efektif, kita perlu atur strategi gimana caranya mencatat konsep pelajaran yang disampaikan guru. Entah di kelas atau di bimbel.

Yuk, kita mulai.

Kenapa Mencatat itu Penting Buat Kita?

Pernah nggak kamu seketika kepikiran, kenapa sih kita harus mencatat pejelasan dari guru? Kenapa nggak kita copy aja file PPT-nya? Atau silabus yang ada di meja Bapak/Ibu guru? Nah, jawabannya adalah..

1. Bisa Lebih Fokus di Kelas

Dengan aktif mencatat, kita cenderung bisa fokus memperhatikan penjelasan dari guru. Demi catatan yang estetik, pelajaran bosan pun tetap dijalani.

Mencatat dengan baik, bisa meningkatkan kemampuan kamu dalam menyerap materi, membuatnya jadi lebih rapi (terorganisir), dan me-review poin penting serta konsep dasarnya.

Kamu makin bisa memahami materi secara lebih komprehensif atau menyeluruh. Jadi paham sampai ke konsep dasarnya.

Dan, kemampuanmu untuk mengingat juga makin meningkat.

2. Buat Persiapan Ujian

Jelas, ya. Dengan catatan yang bagus, kamu jadi berpeluang lebih besar untuk bisa mengerjakan soal ujian dengan nilai yang memuaskan.

Kenapa? Catatan yang bagus akan membuatmu jadi lebih sering me-review dan memperbaikinya terus-terusan.

Mengerti bagian mana yang keliru, dan memperbaikinya dengan istilah yang lebih kamu mengerti. Jadi makin paham lagi materi yang bakal diuji.

Selain itu, catatan belajar yang rapi dan terorganisir membuat kita jauh lebih mudah untuk menyiapkan bahan ujian.

Gampangnya, catatan ini bisa jadi senjatamu untuk mengulang materi dan menajamkannya di dalam memori.

Metode Mencatat Materi Pelajaran yang Terbukti Efektif

Setelah saya mencari-cari referensi, mencobanya berkali-kali, berikut adalah beberapa cara yang saya rasa cukup efektif untuk mencatat materi dari media apapun; baik guru di kelas, video di app bimbel online, atau kelas-kelas di YouTube.

1. Mind Map: Konsep yang Mendalam

Kebanyakan menganggap kalau mind-mapping itu harus berwarna & estetik supaya gampang masuk ke otak. Well, tidak harus begitu ya. Polosan juga gapapa.

Inti dari mind-mapping adalah koneksi. Sesuai dengan cara kerja otak kita. Mengkoneksikan dari satu topik besar ke topik-topik yang lebih kecil sampai ke akar-akarnya.

Mencatat model mind-mapping lebih fleksibel dan mudah untuk brainstorming. Karena kita berpikir dari satu titik kemudian “menjalar” ke berbagai arah. Bebas asal masih dalam satu tema.

Nah, pengaplikasiannya dalam mencatat materi pelajaran juga mudah kok. Tinggal menulis topik utama, dan sub-topiknya berupa poin-poin penting, sub-bab, atau apapun yang menurutmu perlu ditulis.

Coba liat contoh catatan mind-map dari Zenius berikut ini:

contoh mind map zenius
(c) Twitter Zenius Education

Pro tip: Setelah kamu selesai menulis topik penjelasan dari guru, coba buat yang baru. Dalam proses membuatnya, bayangkan seolah-olah kamu seorang guru yang sedang menjelaskan ke muridnya.

Lakukan ini terus-menerus setiap kali mereview & merevisi catatanmu. Sebab, yang paling penting dari mind-mapping adalah proses membuatnya. Dijamin, kamu jadi tambah ngerti!

2. Cornell: Rangkuman yang Ringkas

catatan metode cornell
(c) rencanamu.id

Metode Cornell memudahkanmu dalam membuat catatan belajar yang lebih rapi dan terstruktur.

Proses membuatnya dengan membagi satu halaman menjadi 3 bagian: notes, cue, summary.

  • Bagian notes atau catatan. Kamu isi dengan cara mencatat seperti biasanya. Menulis judul topik, intisari, poin-poin penting yang disampaikan guru.
  • Bagian cue atau istilah. Kamu isi dengan istilah-istilah, tahun, tokoh, sampai istilah yang kamu buat sendiri untuk mengingat materi. Bisa juga diisi topik yang bakal keluar di ujian.
  • Bagian summary atau kesimpulan. Kamu isi dengan inti pemahaman kamu dari materi yang disampaikan guru. Sesuai dengan bahasa kamu sendiri.

Tulis bagian notes pas pelajaran berlangsung. Sedangkan, untuk bagian cue dan summary, bisa nanti pas pelajaran udah kelar atau pas kamu me-review catatan.

Untuk contoh catatan metode cornell, kamu bisa lihat di bawah ini.

contoh catatan cornell
(c) ewafebri.com

3. Visual: Studyblr yang Estetik / Kreatif

Kalau kamu gemar dengan penampilan estetik, bullet journal, menghias catatan sekolah; metode ini paling pas buatmu.

Visual. Orang-orang menyebutnya studyblr, aesthetic, handwritting, handlettering, apapun itu. Kamu paham deh mestinya.

Inti dari metode ini simpel. Menuangkan bakat menggambar, ilustrasi yang bikin kamu cepet paham & ingat, atau bahkan sesimpel warna-warni yang membuat kamu semangat.

Selain itu, mencatat dengan visual menarik juga butuh beberapa alat pendukung: binder, paperclip, spidol warna, stabilo, loose leaf, dan buanyaak lagi.

Contoh catatan sekolah estetik yang kreatif dari akun Instagram @queennstudies:

catatan visual
catatan teori atom
catatan ikatan kimia

Tips Bikin Catatan yang Bagus Ketika Belajar di Kelas

Nah, buat praktek di kelas, supaya kamu lebih mudah dan terstruktur, silakan pakai metode membuat catatan belajar berikut ini.

1. Persiapan Sebelum Kelas

Menyiapkan big picture sehari sebelum kelas dimulai. Sehingga, keesokan harinya kamu tidak terlalu bingung dan jauh lebih siap untuk mencatat materi.

Caranya?

  • Simak silabus dari materi pelajaran yang akan diajarkan esok hari. Catat kompetensi dasarnya, hal apa aja yang penting untuk difokuskan.
  • Buka-buka kembali catatan materi sebelumnya. Biasanya berhubungan dengan pelajaran berikutnya. Dari sini kamu dapat gambaran besarnya.
  • Selalu rapikan catatan sesuai dengan mata pelajaran dan tanggalnya. Supaya kamu mudah untuk mencari informasi di catatan nanti.

2. Saat Pelajaran Berlangsung

Sebenarnya, jauh lebih bagus kalau kamu menyimak 100% dan mencoba memahami penjelasan dari guru. Mencatatnya nanti dulu, kalau sudah selesai.

Tapi kebanyakan guru jarang memberi waktu khusus antara menyimak penjelasan dan mencatat materi. Kebanyakan dicampur jadi satu.

Kalau begitu, kamu perlu atur strategi. Supaya bisa tetap paham materi sambil mencatatnya. Berikut tips-nya.

  • Daripada mencatat semua kalimat yang diucapkan gurumu, mending fokuskan kepada topik utama dan poin-poin pentingnya saja.
  • Catat materi atau hal-hal rinci yang belum kamu pahami. Supaya kalau butuh penjelasan lebih dalam, bisa bertanya kepada guru atau cari di buku rujukan.
  • Catat materi dengan gayamu. Tadi sudah dijelaskan metode mencatat materi paling efektif. Kalau saya lebih suka pakai mind-map.
  • Gunakan simbol khusus yang kamu buat sendiri. Untuk menghemat waktu karena penjelasan dari guru tidak bisa di-pause. Hehehe
  • Konsisten dengan gaya mencatat yang kamu banget. Awal-awal sih memang butuh penyesuaian. Tapi lama-lama bisa kok jadi rapi & terstruktur.

3. Review Catatan yang Sudah Dibuat

Inti dari membuat catatan belajar ialah memindahkan memori dari otak ke tulisan. Walau tidak sesimpel itu, sih.

Ada proses induksi dan deduksi dalam otak kita supaya paham tentang sebuah konsep pelajaran. Mencatat termasuk dalam proses tersebut.

Jadi, sebisa mungkin supaya terus mereview catatan kamu. Apa yang kurang, apa yang bisa diperbaiki, apa yang paling efektif untuk diingat.

Lagi-lagi, proses mencatatnya itu penting. Di awal pelajaran, kita menangkap informasi dan mencatatnya. Pas merevisi, kita menuangkan apa yang kita pahami.

Di situlah otak kita bekerja maksimal. So, revisi terus sampai paham. Btw, revisi ini sebaiknya diselingi dengan latihan soal, ya!

Kesimpulan

Catatan belajar tidak serta-merta membuatmu paham konsep pelajaran, lalu bisa menjawab semua pertanyaan.

Bisa sih, kalau kamu serius dalam prosesnya.

Proses mencatatnya itu penting. Karena kita jadi lebih terpicu untuk fokus mendengarkan materi, mencatat yang paling penting, merevisi, mereview, meningkatkan retensi.

Kamu bisa pakai mind-map yang sudah didesain sedemikian rupa; sehingga sesuai dengan cara kerja otak kita. Baru, untuk keperluan organisir, bisa pakai cornell dan visual.

Ketiga metode tadi sudah paripurna kalau kamu praktekkan bersama-sama. Apalagi kalau ditambah dengan teknik feynman, bakal lebih paham lagi.

Memang susah sih di awalnya, tapi pasti terbiasa lama-lama. Jalani aja prosesnya. Masih pengen juara kelas + tembus PTN favorit, ‘kan? Hehehe.