Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Tanpa Harus Nunggu Disuruh Orangtua

Ifan Prasya
No comments

Selama ini motivasi belajar kamu asalnya dari mana? Disuruh orang tua, supaya dapat nilai bagus, atau karena pengen jadi “seseorang” yang berguna?

Selain me-review sumbernya dari mana, saya juga akan bahas gimana caranya supaya motivasi tersebut bisa tahan lama – sampai kamu berhasil melewati “garis finish”.

Yuk, kita mulai.

1. Cari tau, dari mana motivasi belajar itu berasal?

Asalnya ada dua: dari dalam dan luar. Motivasi dari dalam disebutnya motivasi intrinsik, sedangkan yang dari luar disebut ekstrinsik.

Motivasi intrinsik inilah yang punya level paling tinggi. Bikin kita belajar tanpa merasa beban, tanpa disuruh, tanpa ada embel-embel apapun. Belajar murni karena pengen tau aja.

Kira-kira kalau digambarkan, levelnya jadi seperti ini.

  • Level 0. Tidak belajar
  • Level 1. Belajar karena dikasih hadiah sama ortu (external)
  • Level 2. Belajar demi banggain ortu (introjected)
  • Level 3. Belajar biar nilainya bagus (identified)
  • Level 4. Belajar biar jadi psikolog andal (integrated)
  • Level 5. Belajar karena emang seru & nagih (intrinsic)

Coba, sekarang kamu lagi ada di level berapa?

Wajar, kalau tidak melulu berada di level tinggi. Tapi setidaknya kamu harus rajin nge-push diri buat selalu berada di level minimal 3.

Kalau kamu masih ada di level 0, artinya kamu masih males-malesan. Kamu baca dulu deh: cara melawan rasa malas belajar. Nanti balik lagi ke sini. Okay!

Kita bisa lihat sama-sama, kalau motivasi belajar yang paling bagus & permanen itu, berasal dari dalam diri: intrinsik.

Terus gimana cara mencapai ke sana?

Lanjutin baca.

2. Buat goal belajar yang kuat dan bertahan lama

Goal belajar sangat berguna untuk memberi arah atau topik belajar. Dalam membuatnya, kita membutuhkan 2 aspek: (1) jelas dan akurat; (2) emosional.

Target belajar harus jelas dan akurat

Bikin target belajar yang jelas arahnya mau ke mana. Jelas prioritasnya apa.

Tujuan belajar ini sebenarnya tidak harus langsung ke motivasi intrinsik. Mulai dari ekstrinsik (belajar karena suatu saat pengen “jadi sesuatu”) juga tidak apa-apa.

Contoh: kamu belajar materi UTBK supaya bisa tembus di Ilmu Psikologi Universitas Indonesia, karena pengen bantu orang di sekitar bisa keluar dari depresinya.

Di rumpun soshum, mapel apa aja yang harus dipelajari dan jumlah babnya berapa? Matematika Soshum, 13 bab. Ekonomi, 14 bab. Geografi, 14 bab. Sejarah, 25 bab. Sosiologi, 15 bab.

Lalu, mau tembus skor UTBK di angka berapa? Misal, 650.

Kamu bisa turunin lagi, dari angka itu harus bisa jawab berapa soal? Dan begitu seterusnya.

Intinya, bikin target belajar yang jelas. Sampai ke bab-bab yang harus kamu sikat habis.

Target belajar harus emosional

Maksudnya, lebih ke goal atau mimpi kamu. Sifatnya harus emosional sampai bikin kamu merinding, bahkan bisa juga nangis terharu.

Caranya gimana?

Cari alasan yang paling kuat. Why? Kenapa kamu mau melakukan semua ini? Untuk apa?

Contoh tadi di atas, sudah disinggung sedikit. Pengen masuk Ilmu Psikologi UI karena pengen bantu orang-orang supaya bisa keluar dari depresinya. Mungkin dulunya pernah depresi, lalu termotivasi buat bantu orang lain.

Supaya lebih terstruktur, ada beberapa acuan yang bisa kamu pakai untuk membuat tujuan emosional ini.

  • Ada rasa takut. Takut tidak diterima PTN favorit juga bisa lho. Takut tidak lolos SNMPTN dan UTBK belum siap, juga bisa. Walaupun ini negatif, tapi powerful.
  • Ada rasa sayang. Sayang sama orang tua, saudara, keluarga tercinta. Pengen bahagiain mereka. Pengen melihat senyum mereka saat kita diwisuda.
  • Ada rasa benci. Benci kalau di rumah terus-terusan ada yang berantem, broken home. Lalu bertekad supaya anak kita nanti mendapat perlakuan yang lebih baik. Bisa juga.
  • Pengen bantu sesama. Nah, ini yang kita bahas tadi. Secara lahiriah kita terbangun untuk bantu sesama, dan kamu bisa manfaatin ini buat bikin motivasi belajar kamu jadi tetap stabil.

Tulis, review, dan imajinasikan

Simpel. Kamu tulis tujuan kamu, entah di print atau tulis tangan. Tempel di tempat yang sering kamu lihat.

Kemudian, review terus-terusan setiap hari. Setiap kamu bosen, lihat tulisan itu. Ingat-ingat lagi semangat itu.

Dan, terakhir, imajinasikan. Bayangin kamu bisa berhasil mencapai tujuan itu, dan impian kamu terwujud. Semua bangga sama kamu.

Makanya, sering-seringlah bermain ke PTN favorit kamu. Berkunjung ke sana. Tanya-tanya sama kakak-kakak mahasiswa di sana. Dijamin motivasi kamu jadi tambah kuat.

3. Terapkan mastery learning

Belajar tidak akan terasa asik kalau hanya menghafal. Serius deh, cobain sampai kamu ngerti saat belajar. Misalkan, membuktikan rumus.

Jangan dihafal, tapi dipahami konsepnya

Kalau kamu sering lihat video animasi dari kanal YouTube Kok Bisa? atau Hujan Tanda Tanya, pernah kepikiran nggak kenapa kok bisa se-asik itu?

Jawabannya: karena kita “ngerti”. Percaya deh, setiap kali kita paham tentang sesuatu, kita malah secara sukarela penasaran buat ulik-ulik lagi.

Apalagi kalau bisa belajar bab materi pelajaran, terus bisa ngerti sampai ke konsep dasarnya. Itu enak banget, men. Rasanya kayak dewa, asik banget pokoknya!

Jadi ya, sesimpel kamu pahami aja materinya, jangan dihafalin. Kalau kita menghafal, jadinya malah ngebosenin. Serasa menghafal itu malah jadi beban. Lebih enak kalau kita paham.

Pelajari cara belajar yang baik

Mastery learning itu artinya belajar suatu bab sampai bener-bener ngerti. Mau dikasih soal tipe apapun, kita bisa jawab. Karena kita sudah ngerti konsep dasarnya.

Nah, pentingnya di sini. Pahami konsep dasar sebuah bab/materi, baru kamu boleh pindah ke bab-bab yang lain.

Dan, pahami dulu bab-bab yang sifatnya mendasar. Seperti logika berpikir & kemampuan dasar.

Paling dasar lagi, learning how to learn. Belajar tentang gimana caranya belajar. Ini penting buat dikuasain sebelum kamu belajar hal apapun di sekolah atau di manapun.

4. Sering latihan soal per bab dan try-out

Kalau hanya belajar materi, kamu tidak akan berhasil mendapatkan nilai sekolah / TO yang bagus. Kamu harus berani untuk latihan mengerjakan soal per topik dan campuran.

Latihan soal per bab + review materi

Biasanya pas kamu sudah selesai pelajarin suatu bab, ada tuh latihan soalnya. Kira-kira 10 butir dan langsung kelihatan skornya.

Dengan sering-sering latihan soal, kamu jadi tau apakah kamu sudah paham atau belum. Ingat, pesan di poin nomor 2 tadi: pahamin sampai bener-bener ngerti. Indikator ngerti-tidaknya kamu tentang sebuah materi, diukur dari latihan soal ini.

Katakanlah minimal kamu berhasil dapetin nilai 80, baru boleh pindah ke bab yang lain. Kalau masih di bawah itu, kamu ulik lagi materinya. Kalau ada soal yang sama sekali kamu ngga paham, kamu buka lagi materinya.

Begitu terus sampai kamu bener-bener paham dan lolos dari level ini. Dijamin seru deh!

Simulasi ujian (try out) buat dirimu makin siap

Try-out atau simulasi ujian, itu berguna banget. Kamu harus sering ikutan try-out setiap bulannya. Sejauh ini, try-out untuk persiapan UTBK sudah banyak tersedia kok. Misal, try-out dari Eduka System, Pahamify, Learncy dll.

Lalu, apa saja gunanya kamu sering-sering ikutan Try-out UN/UTBK/STAN? Menurut Glenn Ardi (former Head of Marketing & Branding Zenius Education), gunanya antara lain:

  • Bikin kamu ngerti bab mana yang masih belum kamu pahami (kelemahan kamu)
  • Bikin kamu jago dalam memanfaatkan durasi waktu dengan efektif
  • Bikin kamu jadi terbiasa fokus ngerjain soal dalam waktu cepat
  • Bisa melatih mental kamu menjelang hari-H ujian
  • Bikin kamu jadi realistis dalam memilih jurusan kuliah

So, diharapkan kamu bisa pro-aktif buat mengikuti try-out. Bisa mandiri (dengan set waktu & soal campuran) atau ikutan TO dari Eduka System, Pahamify, Learncy dll.

Kesimpulan

Jika sudah dibangun, apakah motivasi belajar bisa bertahan lama?

Bisa. Asal kamu komitmen sama tujuan kamu di awal. Susah sih kalau jalan sendirian.

Makanya, bikin tim belajar. Berisikan kamu dan teman-teman kamu yang sama-sama punya tujuan & bertekad mewujudkannya.

Trik mudahnya ya di atas tadi, tidak ada cara yang lain. Kalaupun ada trik cepat, saya yakin tidak akan bertahan lama. Semangat kamu bakal turun lagi.

Gabungin aja unsur ekstrinsik & intrinsik. Kasih reward & punishment. Saling mengingatkan dalam tim belajar itu penting banget.

Baru, kalau sudah terbiasa, nanti ketemu unsur intrinsiknya. Belajar jadi panggilan jiwa. Barulah, kamu jaga konsistensi belajar ini sampai tujuanmu tercapai.

Itu saja. Semoga konsisten, ya!

Ifan Prasya
Kuliah ambil jurusan Agribisnis di UNS Solo, angkatan 2017. Sebelumnya pernah Gap Year, terinspirasi dari Malia Ann Obama.

Tinggalkan komentar